Minggu, 13 Oktober 2013

Ngecamp di Nglanggeran




Entah angin apa yang membawa kami ke Nglanggeran kemarin. Biasanya cuma rumpik di kelas eh tetiba minta naik gunung ㅋㅋ

Niat kami dimulai sejak 2 minggu kemarin. TM ala-ala pun dilakukan sekedarnya saja. H-2 pun malah Susan batal ikutan gegara galawww, masnya Nims juga belum fix ikutan. Ah tapi alhamdulillah H-1 udah fix ada 13 orang ikutan, 10 cewek dan 3 cowok. Niat awal ngajakin cowok cuma buat jagain sih tapi akhirnya malah jadi tukang angkut-angkut tenda dan sleeping back wkwk maap :p

Kami berangkat Jumat (4 Okt: red). Niat kumpul jam 1 pun tinggal wacana gegara jam karet aku + Nims :p Yah akhirnya kami pun memutuskan bertemu di bangjo Piyungan dan mulai naik jam 14.30. Kami memilih berangkat lewat Sambipitu karna mau nitipin motor ke rumah baby Saga. Setelah 1 jam perjalanan sampailah kami di Nglanggeran, cukup lama memang karna bolak balik berhenti. Langsung deh sholat ashar, urus retribusi, buang air serta ganti celana. Oh iya di sana udah ramai ternyata, ada banyak mahasiswa yang sedang makrab pun.

Saat yang lain sholat
Jam 4 mulailah kami untuk mendaki setelah sebelumnya berdoa dan cek perlengkapan terlebih dahulu. Belum ada 5 menit perjalanan udah lemes kita, maklum tak pernah olahraga, gaada persiapan fisik pun -_- Cowok-cowok udah mulai naik duluan karna mau mendirikan tenda, sementara kami cewek-cewek masih megap-megap. Awal perjalanan sudah ada tantangan aja yaitu melewati celah sempit diantara 2 batu raksasa yang hanya dihubungkan dengan tangga kayu yang disebut Lorong Sumpitan. Celah ini benar-benar kecil, harus sedikit menunduk pun. Jalan mencapai pos 1 yang tinggal beberapa langkah dari lorong sumpitan pun terasa sangat panjang. Kami berkali-kali harus duduk dan beristirahat saking capeknya. 5 menit jalan, 15 menit istirahat -_- Tanjankan demi tanjakan kami lewati dengan lemes, etapi teteup lho foto-foto. Dasar! 

Lorong Sumpitan
Dari Pos 1

Lempoh
Setelah melewati pos 4 mulai deh ada tulisan “PUNCAK Mas BRO” yang menambah semangat kami sesaat. Kaki gemetar, bibir pucat, keringat mengucur deras dari tiap jengkal pori-pori kulit. Pengen berhenti tapi kok udah hampir sampe, turun pun udah terlampau jauh. 





Dengan sisa sisa tenaga yang ada akhirnya sampailah kami di camp ground yang telah dibooking halah. Dan ulala belum ada tenda yang berdiri di atasnya, butuh tangan wanita yang akhirnya membuat tenda mampu berdiri tegak menantang cakrawala halah
Urusan tenda kelar langsung deh kami capcuss ke puncak buat liat sunset, tapi sayang seribu sayang matahari terlalu cepat ditelan awan. Beruntung pemandangan dari puncak bener-bener SUBHANALLAH walaupun sebagian tertutup awan. Sebelum turun teteup doong foto-foto dulu :p Oh iya di atas udah banyak orang lho ternyata..

Ada embung nan jauh disana
Sunset dari puncak
Aktifitas di tenda pun dimulai. Kami mulai mempersiapkan makan malam yang sudah kami bawa dari rumah, sementara itu cowok-cowok mulai mencari kayu untuk api unggun dan masak air. Sayang gaada yang bawa kopi atau minuman sachet buat menghangatkan diri. Setelah sholat isya langsung deh siap-siap tidur. Berhubung belum ada kamar mandi yang dibangun kami pipis di semak belukar bareng-bareng wakakaka :p Jangan kira suasana di atas sepi lho ya, semakin malam semakin banyak pendaki yang datang. Di sebelah tenda kami pun ada pasangan yang baru databg, heran aja sih sama yang ndaki malem-malem kok bisa trus berani gitu lho :|
Sementara yang lain udah tidur, aku, Nims, Umio, dan para lelaki masih curcol di depan tenda. Pengen rasanya naik ke puncak lagi buat liat pemandangan malam Jogja, sayang gaada temen dan ga dibolehin T.T

Paginya kami udah niat buat liat sunset, udah hidupin alarm pun. Yaa tapi seperti biasa alarm hidup langsung di snooze :p Alhasil kami baru bangun jam 5 lebih dan naik ke puncak jam 6 setelah sarapan sekedarnya. Ternyata di puncak udah rame, masih penuh kabut tebal pun, di sepanjang jalan yang kami lewati menuju puncak banyak tenda didirikan, ada juga yang hanya beralas tanah dan langit beneran alias pake sleeping bag aja *ga bayangin*

Berselimut kabut


Saat turun ke tenda ternyata udah beres semua, ga sia-sia bawa pasukan *digampar*
Jam 8 mulai turunlah kami, kami memakai jalan yang berbeda dari saat berangkat. Lebih landai dan terjal, ujungnya pun masuk ke perkampungan dan harus berjalan lagi kurleb 200m untuk mencapai tempat parkir dan retribusi.

Formasi lengkap


Berhubung sudah sampai Nglanggeran tak afdol rasanya jika tak mampir embung dan kebun buah Nglanggeran. Embung ini terletak di selatan gunung, cukup menyusur jalan ke selatan dan ikuti papan petunjuknya dan sampai deh. Embung ini merupakan waduk buatan yang baru diresmikan Februari 2013 kemarin. Jalananya pun baru mau dibangun. Setelah puas menikmati embung dan sedikit cemilan turunlah kami dan bersiap pulang jam 11 tepat. Aku, mak Ay, Yul, Pit, Nims dan 2 bayinya berpisah dengan yang lain dan memilih melewati jalan yang tembus radio GCD. Lebih cepat ternyata dan relatif sepi.

Embung Nglanggeran

I love them!
Bener-bener unforgettable memories. Keinginanku buat naik gunung pun akhirnya terwujud. Memang pemandangan dari puncak selalu lebih indag walau jalan yang didaki terjal dan sulit. Loveyou best!

Catatan:
- tiket gunung api purba Nglanggeran siang hari 5k, malam hari 7k
- tiket masuk embung 3k, parkir motor 2k

Selasa, 03 September 2013

Galau

Entahlah awal September ini rasanya sangat berat buatku
Mulai dari tupo kemarin yang kurang 2 poin doang buat manager tapi akunya lupa da hilanglah bonusku 500-600rban :" Terbiasa punya bonus yang lumayan, eh tetiba ilang karna kelalaian, kecerobohan, dan kebodohanku yang akhirnya bikin bonus bulan ini cuma seratus ribuan itu sumpah nyesek abis ya Allah ya Rabb. Banyak banget wishlistku bulan ini yang gagal total tal tal, padahal udah janji mau bantu Bapak bayar pajak motor, udah janji mau belanjain Emak, janji ga minta-minta uang jajan lagi pun pupus sudah :'(((
Lalu awal masuk kuliah semester 5 ini yang udah dijejali jadwal dan tugas yang super ganas, review jurnal, bikin karya ilmiah, nyicil judul skripsi, dll. Padahal baru 2 hari masuk kuliah :( Rasa-rasanya pengen langsung skip ke bulan Desember *sigh
Tiap hari rasanya kepengen nangis, takut gabisa ngelewatin, cemas dll. Padahal semua itu cuma pikiran negatifku sendiri :( Ya Allah ya Rabb kuatkan aku, lapangkan hatiku, lancarkan kuliahku, lancarkan rejekiku. Beri aku kekuatan lebih :"
Bersyukur, Devi. Keep your head high, Allah has a GREAT plans for you.

"Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu"
QS Ali Imran:186

Selasa, 20 Agustus 2013

Lyric Your Dreams-Our Inspiration (Oriflame Soundtrack 2013)

Seperti biasa, setiap tahunnya bisnis online yang aku geluti saat ini (baca: Oriflame) punya sebuah tagline, dan untuk tahun 2013 ini tagline yang dipakai oleh Oriflame adalah Your Dreams - Our Inspiration. Dan tagline itu pun menjadi sebuah soundtrack juga bagi kami
Ingin  dengarkan atau download? Klik disini atau disini :)
Enjoy it! 


As I'm looking back in time
it's like someone tells me 
I was always on my way
I'm beginning now to see
thats it's not just destiny
cause I can make it on my own

Cause when you live the dream
it's like you make it real

Reff:
When you need a change, you need to be free
when you are on your way, just trust what you feel
cause you oughta know - your dreams - our inspiration
you let yourself just go and believe
It's just like a fairytale but it's real
your dreams, your dreams - oh oh oh our inspiration

Guess I was trying to find my place
never felt those were the days
always wanted something more
It's like reaching for the stars
suddenly they are not that far
And no matter where you go

Reff:
When you need a change, you need to be free
when you are on your way, just trust what you feels
cause you oughta know - your dreams - our inspiration
you let yourself just go and believe
It's just like a fairytale but it's real
your dreams, your dreams - oh oh oh our inspiration

cause when you live the dream
it's like you make it real

*back to reff

Minggu, 14 April 2013

Burnout vs Pantai Timang


Entahlah beberapa minggu terakhir rasanya berat banget jalanin hidup, bener-bener ngerasa galau, judeg, capek, bosen, blablabla. Bisa dibilang semacam burnout dalam psikologi.
Kepengen libur sehari juga gabisa, egois sendiri-sendiri. Yang katanya partner in crime juga embuh kemana. Emoseeeeeehhh!!! *tjurhat*
Akhirnya Sabtu (13 April 2013) kemarin bisa liburan bareng dua anggota geng tjutjok rempongku :p Dari awal emang udah punya tujuan pengen ke Pantai Timang, secara aku udah penasaran gegara dipamerin Cusan >,<


Pantai Timang ini terletak di barat pantai Siung, daerah Dusun Donggala, Tepus, Gunungkidul. Kami berangkat lewat Playen, lewat jalan arah Sri Gethuk, Pantai Ngobaran dan Ngrenehan lalu ke arah Pantai Baron baru menyusur sepanjang Pantai Baron sampe ke arah Pantai Siung. Semacam ngalang sih menurutku karena lewat daerah Tepus sepertinya lebih deket dan lebih mengesankan ;) wkwk
Akhirnya sampai juga kami ke jalan masuk pantai Timang, nemu plakat seperti di gambar di kiri jalan, dan tinggal belok ke kanan di jalan masuk dusun Donggala (ada lapangan bola di samping jalan tersebut)


Source: http://ardiksm.blogspot.com/2013/03/pantai-timang.html
 
Jalan masuk ke Pantai Timang



Jalanan masuk Timang ini terjal banget shaaaay, cuma tersusun dari batu-batu gamping yang terjal nan runcing. Saking terjalnya wanita hamil naik motor kesana pasti langsung melahirkan, pasti! Misal mau naik mobil pun cuma mobil yang ground clearance nya cukup tinggi yang bisa melewati >,< Jalan kaki juga bisa sih asal mau konsekuensinya kaki makin gempor dan berotot :p Bener-bener perjuangan banget buat nyususurin jalan ini, kepleset dikit masuk kebon ataupun jurang. Hiiiiiiii..


Pantai Timang dari kejauhan

Akhirnyaaaaaa setelah mendaki gunung lewati lembah serta jalanan yang terjal nan berliku sampailah kami di Pantai Timang. Yipiiiiee!!


Pantai Timang

Pantai Timang ini merupakan pantai baru di Gunungkidul. Beda sama pantai Pok Tunggal atau Siung, pantai ini masih sepiiiiiiiiiii. Belum ada infrastruktur yang memadai, seperti jalanan. Belum ada retribusi, parkir, pun penjual makanan dan minuman. Semuanya free dan masih sepiiiiii. Kemarin cuma ada kami bertiga aja yang datang. Parkir motornya pun cuma di gubug penduduk situ. Nah yang membedakan dan jadi daya tarik dari pantai Timang ini adalah adanya karang besar di seberang yang dihubungkan dengan tali dan menjadi semacam gondola/kereta gantung yang disebut Pulau Panjang. Katanya di pulau Panjang itu banyak lobster yang besar-besar dan mahaaaall, oleh karena itu banyak penduduk yang memanfaatkan kereta gantung tersebut untuk sampai ke sebrang dan memancing lobster. Menurut info wisatawan bisa naik kereta gantung tersebut dengan membayar 100rb, tapi resiko ditanggung sendiri. Hiiiii kalo saya mah ogah dibayar berapapun, ngeri sumpah. Ombak menjilat-jilat dengan ganas di bawah >,<

Source: http://www.joglowisata.com/menguji-nyali-di-pantai-timang.htm

Setelah puas foto-foto ga jelas kami melanjutkan perjalanan ke pantai Siung. Pantai Siung ini ada di sebelah timur pantai Timang, tinggal susuri saja jalan yang mengarah ke pantai Siung dan foilaaaa pantai dengan tebing karang tinggi di sisinya siap menyambut anda *marai ksbb sakjane* *eh*
Ngga sempet juga ke Pantai Jogan yang katanya ada air terjun yang airnya langsung jatuh ke pantainya uuuuu mupeng u,u

Kami pulang Jogja lewat Tepus, jalannya cucok cwiiiin. Kayak naik roller coaster, sumpih! Mampir pun ke Bakmi Jawa Ken Arok saking laparnya qiqiqiiii :p
Thanks for awesome day Susanto, Fitrianingrum. Say hello to pegel-pegel, say goodbye to burnout! <3

Sekelumit kenarsisan kami :p

Pantai Timang
Pantai Siung
Meeeee



Pitiaaaa

Cusaaaan
Psssstttt pantai Timang ini bulan Juni kemarin dipake buat syuting reality show Korea "The Barefoot Friends" lhooooo. Proud to be Indonesian! (y)